Contoh User Centered Design dan Contoh User Persona pada aplikasi LINE
User Centered Design (UCD)
A. Pendahuluan
Di era digital saat ini, aplikasi pesan instan telah berevolusi dari sekadar alat komunikasi menjadi ekosistem digital yang komprehensif. Salah satu platform yang paling menonjol dan lekat dengan keseharian masyarakat adalah LINE. Dengan ekosistem fitur yang sangat beragam—mulai dari pertukaran pesan dasar, panggilan suara dan video, stiker interaktif, hingga layanan portal konten dan akun bisnis (LINE Official Account)—LINE melayani demografi pengguna yang sangat luas dengan berbagai tujuan penggunaan.
Namun, mengelola dan mengembangkan aplikasi dengan fitur yang kompleks membawa tantangan tersendiri. Keberhasilan suatu produk tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologinya, melainkan dari seberapa baik produk tersebut memahami dan memenuhi kebutuhan penggunanya. Di sinilah pendekatan User-Centered Design (UCD) memegang peranan krusial. User Centered Design (UCD) adalah metode dalam suatu perancangan desain yang berfokus pada kebutuhan user. Dalam kaitannya dengan Sistem Informasi, User Centered Design merupakan bagian dari SDLC (System Development Life Cycle), sehingga desain aplikasi yang dikembangkan melalui UCD akan dioptimalkan dan fokus pada kebutuhan end-user sehingga diharapkan aplikasi yang akan mengikuti kebutuhan user dan user tidak perlu mengubah perilaku untuk menggunakan aplikasi.
Untuk menerapkan pendekatan UCD secara efektif pada aplikasi sekompleks LINE, pengembang dan desainer tidak bisa sekadar berasumsi tentang siapa audiens mereka. Kita membutuhkan representasi konkret yang memetakan karakteristik demografis, perilaku, motivasi, serta kendala (pain points) dari pengguna aplikasi. Oleh karena itu, langkah fundamental pertama yang perlu dilakukan adalah menyusun User Persona.
User Persona bukanlah sekadar karakter fiktif, melainkan arketipe yang dibangun berdasarkan data dan observasi terhadap pengguna nyata. Melalui pemaparan User Persona berikut, kita akan menyelami lebih dalam berbagai perspektif dan kebutuhan spesifik dari pengguna aplikasi LINE. Persona ini nantinya akan berfungsi sebagai kompas utama dalam mengambil keputusan desain, memastikan bahwa setiap pembaruan pada aplikasi LINE dirancang dengan penuh empati dan murni berpusat pada kebutuhan penggunanya.
references: User Centered Design - Schools of Information System
B. Identitas Aplikasi
untuk aplikasi yang dipakai untuk menentukan user persona disini adalah aplikasi LINE.
fungsi utama dari aplikasi ini adalah sebagai via komunikasi mengirim pesan atau pun telpon kepada orang terdekat entah itu dalam bentuk teks, foto, video, stiker ataupun voice note.
C. Identitas Pengguna
untuk pengguna utama dalam aplikasi ini tentunya ialah orang orang yang membutuhkan alat berkomunikasi secara instan, yang mana disini saya akan mengambil contoh dalam kehidupan bermasyarakat yang fokus nya di seorang "Mahasiswa".
D. Buat 1 User Persona Sederhana
Contoh 1 user persona:
Nama Aplikasi: LINE
Nama: Fatmawati
Umur: 22 Tahun
Status/Pekerjaan: Mahasiswa Tingkat Akhir & Desainer Grafis Lepas (Freelancer)
Tujuan Menggunakan Aplikasi:
- Komunikasi Kasual: Menjaga interaksi sehari-hari dengan sahabat, teman kampus, dan keluarga secara lebih santai
- Koordinasi Aktivitas: Membahas tugas kelompok, berkoordinasi dalam grup kepanitiaan kampus, serta berkomunikasi dengan klien freelance.
- Hiburan & Pembaruan: Mengisi waktu luang di sela-sela kesibukan dengan membaca komik (LINE Webtoon) dan mengikuti berita viral (LINE Today/VOOM).
Kebutuhan Pengguna:
- Manajemen Grup yang Rapi: Sangat bergantung pada fitur Notes, Album, dan Pinned Messages (Pesan Tersemat) agar informasi penting di grup besar tidak tenggelam oleh obrolan anggota lain.
- Ekspresi Emosi: Membutuhkan beragam stiker yang interaktif dan lucu untuk mencairkan suasana obrolan agar tidak terkesan kaku atau terlalu formal.
- Penyimpanan & Berbagi File: Butuh ruang untuk menyimpan file sementara (seperti fitur Keep) dan kemudahan mengirim draf desain ke klien tanpa harus berpindah ke aplikasi email.
- Privasi & Keamanan: Membutuhkan fitur passcode pada aplikasi dan opsi untuk menyembunyikan atau memblokir kontak tertentu dengan mudah.
Kendala yang Dialami:
- Memori Ponsel Cepat Penuh: Aplikasi sering kali terasa berat dan menghabiskan ruang penyimpanan lokal (storage) karena penumpukan cache yang sangat besar dari chat, stiker, dan gambar.
- Antarmuka (UI) Terlalu Ramai: Merasa tampilan aplikasi semakin penuh dan tumpang tindih dengan banyaknya iklan, layanan ekstra, dan fitur media sosial (seperti VOOM), yang mendistraksi fungsi utamanya sebagai aplikasi perpesanan.
- Polusi Notifikasi: Kotak masuk (inbox) sering berantakan dan tertimbun oleh pesan siaran (broadcast spam) promosi dari Official Accounts.
- Batas Waktu File: Sering frustrasi ketika harus mengunduh ulang foto atau dokumen penting dari klien di obrolan lama, namun file tersebut sudah kedaluwarsa dan tidak bisa diakses lagi.
E. Analisis Singkat
Untuk bagian ini akan dilakukan analisis terhadap aplikasi dari LINE yang akan dibuat dalam pertanyaan sebagai berikut
- Fitur apa yang paling sering digunakan oleh pengguna tersebut ?
- Apa manfaat aplikasi tersebut bagi pengguna ?
- Jika anda menjadi pengembang aplikasi, fitur apa yang ingin anda tambahkan ?
Hasil Analisis:
- Fitur aplikasi LINE yang paling sering digunakan oleh pengguna tersebut meliputi fitur manajemen grup seperti Notes, Album, dan pesan tersemat (Pinned Messages). Fitur ini sangat diandalkan untuk menyimpan materi tugas kampus dan instruksi klien agar tidak tenggelam oleh obrolan lain. Selain itu, ia juga aktif menggunakan LINE Keep untuk menyimpan draf desain sementara, rutin menggunakan stiker untuk membuat percakapan lebih santai, serta sering mengakses LINE Webtoon atau VOOM untuk mencari hiburan ringan di waktu istirahatnya.
- Manfaat utama aplikasi LINE bagi pengguna ini adalah menjadi pusat koordinasi yang sangat praktis, memungkinkannya mengelola urusan kuliah sekaligus pekerjaan freelance tanpa harus repot berganti aplikasi. Aplikasi ini juga bermanfaat untuk menjaga jejak rekam kolaborasi tetap aman dan rapi melalui fitur arsip bersama, serta memberikan sarana relaksasi yang terintegrasi langsung di dalam platform perpesanan saat ia merasa penat.
- Jika saya bertindak sebagai pengembang aplikasi, saya akan menghadirkan beberapa fitur baru untuk mengatasi kendala yang dialami pengguna. Fitur pertama adalah Focus Mode atau Lite Interface yang memungkinkan pengguna menyembunyikan iklan maupun tab hiburan, sehingga aplikasi menjadi lebih bersih dan ringan saat butuh fokus bekerja. Selanjutnya, saya akan menambahkan Smart Cache Cleaner untuk membersihkan data sampah secara cerdas agar memori ponsel tidak cepat penuh, serta fitur integrasi cloud eksternal (seperti Google Drive) untuk mencegah masalah file yang tiba-tiba kedaluwarsa di ruang obrolan. Terakhir, saya akan membuat folder khusus untuk memisahkan pesan promosi dari Official Accounts agar kotak masuknya tidak berantakan dan menimbun pesan penting dari klien.
Kesimpulan
Pendekatan User-Centered Design (UCD) pada aplikasi LINE menekankan pentingnya menempatkan kebutuhan nyata pengguna akhir sebagai poros utama dalam seluruh proses perancangan, sehingga teknologi dapat beradaptasi dengan perilaku manusia dan bukan sebaliknya.
Melalui analisis terhadap user persona seperti Fatmawati yang merupakan seorang mahasiswa sekaligus desainer grafis lepas, terlihat bahwa pengguna masa kini membutuhkan aplikasi yang fleksibel untuk menyeimbangkan komunikasi kasual, koordinasi tugas kuliah, serta profesionalitas kerja dalam berbagi file dengan klien.
Meskipun LINE telah sukses berkembang menjadi aplikasi serbabisa, analisis UCD ini mengungkap beberapa kendala utama yang dirasakan langsung oleh pengguna, seperti memori ponsel yang cepat penuh akibat penumpukan data, antarmuka yang terlalu ramai oleh iklan, kotak masuk yang tertimbun pesan promosi, dan dokumen penting yang mudah kedaluwarsa.
Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, pengembang aplikasi dapat menghadirkan solusi berupa fitur pembersih data otomatis, mode fokus untuk menyembunyikan iklan agar tampilan lebih bersih, pemisahan folder khusus untuk pesan promosi, serta integrasi penyimpanan awan eksternal seperti Google Drive agar file lama tetap aman diakses kapan saja.
Secara keseluruhan, penerapan metode UCD ini membuktikan bahwa kenyamanan fungsi komunikasi dasar tetap menjadi prioritas utama pengguna, sehingga solusi terbaik bagi pengembangan aplikasi LINE ke depan adalah memberikan kontrol yang lebih besar bagi pengguna dalam mengatur ruang produktivitas dan hiburan mereka sendiri
Nama: Wahyu Al Adam - 8020240081
Comments
Post a Comment